Pages

Subscribe:

ikan koi

Rabu, 09 Januari 2013

materi dan perubahan

LAPORAN PRAKTIKUM MATERI DAN PERUBAHANNYA TUJUAN PERCOBAAN 1. MENGAMATI PERUBAHAN KIMIA 2. MENGAMATI PERUBAHAN FISIKA 3. MENGAMATI PERBANDINGAN ANTARA PERUBAHAN FISIKA DAN PERUBANAHAN KIMIA 4. MENGKLASIFIKASIKAN PARTIKEL MATERI 5. MENGETAHUI REAKSI YANG TERJADI DASAR TEORI PENGENALAN ILMU KIMIA Ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang materi dan perubahannya. Materi adalah segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Contoh : kursi, kapur, batu bata, udara, dll. Yang bukan termasuk materi yaitu cahaya matahari. Massa suatu beban adalah sesuatu ukuran bertahannya suatu benda terhadap perubahan kecepatan. Massa suatu benda sama dimanapun berada. Berbeda dengan berat, berat suatu benda tergantung pada gravitasi. Contoh seorang astronot. Wujud materi di golongkan menjadi tiga yaitu: Padat, materi yang berwujud padat adalah materi yang partikelnya rapat sehingga bentu dan volumenya tetap. Cair, materi yang berwujud cair adalah materi yang partikelnya lebih renggang daripada zat padat sehingga tergantung pada mediumnya, volumenya tetap. Gas, materi yang berwujud gas adalah materi yang partikelnya tidak beraturan sehingga bentuk dan volumenya tergantung pada mediumnya. ( Sentot Budi, 2008) Penggolongan materi  Zat murni/ tunggal adalah zat yang terdiri dari materi-materi sejenis yang bersifat homogeny. Contoh : air, gula, besi, belerang.  Unsure adalahzat tunggal yang terdiri dari dua atom atau lebih yang tidak dpat diuraikan menjadi zat lain dengan reaksi kimia biasa. Contoh, mangan (Mn), tembaga (Cu), besi (Fe), dll.  Campuran adalah gabungan dari 2 zat atau lebih dan masih mempunyai zifat dari zat asalnya, yang terdiri dari campuran homogeny dan heterogen.  Campuran homogeny adalah campuran yang serba sama (merata). Contoh, larutan gula, larutan garam, udara.  Campuran heterogen adalah campuran yang menganudung zat-zat yang tidak dapat terpadu satu dengan yang lain secara sempurna. Contoh, tanah bercampur air, beras bercampur air. Campuran heterogen terbagi benjadi dua, yaitu : Koloid adalah suatu keadaan sampuran antara suspense dan larutan yang tidak dapat di saring/ dipisahkan. Contoh, santan, susu, air sabun. Suspense adalah campuran kasar yang komponennya masih terdapat bidang batas sehingga zat ini dapat disaring. Contoh, terigu dengan air, kapur dengan air. Campuran homogeny contohnya adalah larutan. Larutan termasuk campuran homogen karena komponennya tidak dapat dibedakan. (Endang Susilowati, 2007) Partikel materi  Atom, bagian terkecil dari suatu materi yang mempunyai sifat asalnya.  Molekul, gabungan dari beberapa atom. Molekul terbagi menjadi 2 yaitu  Molekul unsure: molekul yang terdiri dari unsure-unsur yang sama.  Molekul senyawa: molekul yang terdiri dari unsure-unsur yang berbeda  Ion, atom yang bermuatan  Kation: atom yang bermuatan positif (+)  Anion: atom yan bermuatan negative (-) Perubahan materi Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menyebabkan terjadinya perubahan baru. Perubahan fisika dapat disebabkan oleh perubahan-perubahan berikut: Perubahan wujud, contoh: air membeku. Lilin yang meleleh, iodium menyublim Perubahan ukuran, contoh: berat menjadi tepung beras, gula larut dalam air. Berubahan bentuk: contoh: kain menjadi baju, emas menjadi cincin. Perubahan kimia adalah perubahan yang mengakibatkan terbentuknya perubahan baru. Perubahan kimia dapat disebabkan oleh Proses pembakaran, contoh: kertas dibakar menjad arang Proses peragian, contoh: kacang kedelai menjadi kecap Proses kerusakan, contoh: besi berkarat Proses kimia didalam tubuh makhluk hidup, contoh: karbohidrat glukosa (Drs. Michael Purba, 2006) Pemisahan campuran Penyaringan adalah pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan ukuran partikel Sentrifugasi adalah pemisahan campuran yang jumlahnya sedikit Penguapan adalah pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih Sublimasi adalah campuran yang komponennya bisa menyublim Kromatografi adalah pemisahan suatu zat yang berwarna. Kiamoto adalah pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan daya air, komponen-komponen campuran. (Sunardi, 2007) Sifat dari materi digolongkan kedalam sifat ekstensif dan sifat intensif. a. Sifat ekstensif adalah sifat yang tergantung pada bentuk, jumlah, atau ukuran zat. Contoh, massa dan volume. b. Sifat intensif adalah sifat yang tidak tergantung pada bentuk, jumlah dan ukurannya. Contoh, sifat fisik dan sifat kimia. (Drs. Daryanto, 1997) ALAT DAN BAHAN Alat Nama alat Ukuran Jumlah Penjepit tabung - 1 buah Pipet tetes - 1 buah Lampu spiritus - 1 buah Kaki 3+ kasa - 1 buah Beaker glass - 1 buah Tabung reaksi - 1 buah Rak tabung - 1 buah Kaca aroji - 1 buah Bahan Nama bahan Konsentrasi Jumlah wujud Kristal iodium - 15 butir Padat Kristal CuSO4 - 3 butir Padat Serbuk Mg - 9 butir Padat Lart. HCl 0,1 M cair Lart. CCl4 - Cair Lart. KI 0,1 M Cair Lilin - Padat air - Cair PROSEDUR KERJA 1. Sediakan 2 beaker glass, beaker glass yang satu masukkan 3 butir iodium dan yang satu lagi masukkan 10 gr lilin. 2. Panaskan selama 10 menit kedua beaker glass tersebut kemudian tutup dengan kaca arloji. 3. Kemudian dinginkan kedua beaker glass tersebut. 4. Sediakan 3 buah tabung reaksi, beri nomor 1, 2, 3. 5. Pada tabung 1, 2, 3 2 butir iodium 6. Pada tabung 1 masukkan 2 ml larutan KI, tabung 2, 2 ml CCl4, tabung 3, 2ml H2O aduk perlahan-lahan selama 5 menit. 7. Sediakan 3 buah tabung reaksi beri no 4, 5, 6. 8. Masukkan serbuk Mg kedalam 3 tabung reaksi tersebut. 9. Panasi tabung 1 tersebut diatas spiritus. 10. Pada tabung 2 masukkan 2 ml HCl 0,1 M 11. Pada tabung 3 2 ml H2O 12. Lihat perubahan yang terjadi. 13. Sediakan 2 tabung reaksi beri nomor 7, ,8. 14. Masukkan 3 butir CuCO4. 15. Kemudian panasi kedua tabung tersebut diatas spiritus. Amati perubahan yang terjadi. 16. Pada tabung 1 tetesi 2 tetes air (H2O), amati yang terjadi. 17. Pada tabung 2 tetesi 2 tetes CCl4. Amati yang terjadi. 18. Kemudian panasi kembali kedua tabung tersebut. Lihat perubahan yang terjadi. HASIL PERCOBAAN/REAKSI-REAKSI/PEMBAHASAN Hasil Pengamatan percobaan Sebelum reaksi Sesudah reksi perubahan bentuk warna bentuk warna fisika kimia Kristal iodium dipanaskan padat perak gas ungu + Lilin dipanaskan padat putih cair bening + Kristal iodium padat Perak Setelah ditambahkan lart. KI 0,1 M cair kuning + Setelah ditambahkan CCl4 cair ungu + Setelah ditambahkan air Padat perak + Serbuk Mg Padat Abu-abu Setelah dipanaskan padat Abu-abu + Setelah ditambahkan lart. HCl Padat/berendap putih + Setelah ditambahkan air dan dipanaskan padat Abu-abu kehitam + Kristal CuSO4 padat biru Setelah dipanaskan padat putih + Setelah ditambahkan air padat Biru muda + Penambahan CCl4 padat putih + PEMBAHASAN Percobaan 1. Tabung 1, pada reaski pemanasan Kristal iodium berwujud padat dan berwarna perak terjadi perubahan kimia karena pada pemanasan ini terjadi perubahan wujud mengkristal dan terjadi perubahan warna. Tabung 2, pada pemanasan lilin terjadi perubahan fisika, karena peanasan lilin hanya menunjukkan perubahan wujud dari padat menjad cair tanpa membentuk zat baru. Setelah didinginkan lilin akan membeku menjadi padat kembali. I2 (s) + 3O2 (g) 2IO3- Percobaan 2. Tabung 1, pada reaksi antara KI dengan Kristal iodium terjadi perubahan kimia dimana ditandai dengan adanya perubahan warna pada larutan tersebut. Mula-mula larutan tersebut bening, namun setelah diaduk-aduk warna berubahn menjadi orange. I2 (s) + KI (aq) I3- (aq) + K+(aq) Tabung 2, pada reaksi ini tejadi reaksi kimia karena terjadi perubahan warna menjadi ungu dan Kristal iodium pun kedalan larutan CCl4. I2 (s) + 2CCl4 (aq) 2CI (aq) + 4Cl2 (g) Tabung 3, pada reaski ini tidak terjadi apa-apa, Karena iodium tidak larut dalam air. I2 (s) + H2O (l) Percobaan 3. Serbuk Mg Tabung 1, warna Mg mula-mula adalah abu-abu kehitaman yang berbentuk serbuk. Setelah dipanaskan serbuk Mg tetap berbentuk padat dengan warna yang sama. Hal ini menandakan perubahan fisika. 2Mg (s) + O2 (g) 2MgO (s) Tabung 2, saat serbuk Mg dicampu dengan HCl terjadi perubahan kimia sebab saat terjadi pemanasan terbentuk gas yang dibebaskan keudara dan terbentuk garam MgCl2 berwarna putih yang berupa padatan. Mg(s) + 2HCl(aq) MgCl2(s) + H2 Tabung 3, Mg ketika ditambahkan air bentuknya tetap dalam keadaan padat, setelah dipanaskan terjadi perubahan kimia. 2Mg(s) + 2H2O(l) + O2(g) 2Mg(OH)2(aq) Percobaan 4. Kristal CuSO4 Tabung 1, pada krital CuSO4 warnanya biru. Namun setelah dipanaskan terjadi peristiwa kristalisasi yang tidak membentuk perubahan baru. Namun Kristal yang berwarna puith karena kandungan air CuSO4 yang menguap. CuSO4. 5H2O merupakan senyawa hidrat, melalui proses pemanasan senyawa hidrat akan terurai menjadi senyawa anhidrat. Kemudian ditetesi oleh H2O warna kembali menjadi biru muda, ini disebabkan molekul tersebut menyerap molekul air. Karena tidak terus menerus penambahan H2Onya hingga warnanya tidak kembali seperti warna biru awalnya (penyerapan tidak sempurna). Pada penambahan air, CuSO4 larut kedalam air, stelah dipanaskan kembali larutannya habis, dan tersisa kerak-kerak putih. CuSO4.5H2O (s) CuSO4(s) + 5H2Og Pada tabung 2, CuSO4 dipanasi berubah warna dari biru menjadi putih setelah ditetesi CCl4 tidak terjadi apa-apa, kemudian dipanaskan larutannya dan sisanya kerak-kerak putih. KESIMPULAN Pada percobaan perubahan fisika terdapat pada pemanasan Kristal iodium, pemanasan lilin, pendinginan lilin, iodium yang ditambahkan air, Mg yang dipanaskan CuSO4 yang dipanaskan, CuSO4 yng ditambahkan air. Perubahan kimia terdapat pada iodium yang ditambahkan KI, iodium ditambah larutan CCl4, Mg ditambahkan HCl, Mg ditambahkan air. CuSO4.5H2O merupakan senyawa hidrat, sehingga pada proses pemanasan akan berubah menjadi senyawa anhidrat, itu disebabkan ligan atau molekul airnya menguap dan ketika ditambahkan air 2 tetes warnanya biru muda, karena penyerapannya belum sempurna. DAFTAR PUSTAKA Budi, Sentot. 2008. Kimia Berbasis Eksperimen. Solo: Tiga Serangkai Daryanto. 1997. Fisika Teknik, cetakan 1 dan 2. Jakarta: Asdi Mahasatya Purba, Michael. 2006. Kimia. Jakarta: Erlangga Sunardi. 2007. Kimia Bilingual. Bandung: Yrama Widya Susilowati, Endang. 2007. Sains Kimia. Solo: Pustaka Mandiri

1 komentar: